http://ejournal.alkhairat.ac.id/index.php/investi/issue/feed Investi 2020-09-02T14:39:34+00:00 Azis Ashari azismaulana1000@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Investasi Islam</p> http://ejournal.alkhairat.ac.id/index.php/investi/article/view/28 IMPLEMENTASI PENDISTRIBUSIAN DANA ZIS PADA BANTUAN TERNAK BERGULIR DI BAZNAS PAMEKASAN PERSPEKTIF MAQASID AS-SYARIAH 2020-08-31T00:37:06+00:00 Azis Ashari azismaulana1000@gmail.com <p>Zakat Infat dan Sodaqoh merupakan bagian dari ajaran syariat. Nabi Muhammad SAW telah mempraktikkan bagaimana implementasi dari ayat-ayat al-Qur’an tentang zakat, infaq dan sodaqah. Didalam al-Qur’an tidak dijelaskan secara rinci bagaimana praktik pelaksanaannya, Nabi SAW dan para sahabatnya mempraktikkannya sesuai dengan situasi dan kondisin dimasa itu. Islam sendiri telah berkembang ke seantero dunia dan mendapatkan situasi dan kondisi yang berbeda dari situasi dan kondisi dimana ia muncul. Islam menghadapi budaya, adat istiadat dan tradisi yang berbeda, sehingga Implementasi ajaran Islam terutama yang bersifat ijtihadi perlu diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisi msyarakat setempat. Penerapan itu harus sesuai dengan <em>maqasid asy-syariah.</em> Diantara implementasi ajaran Islam yang dapat berkembang adalah penerapan pendistribusian Zakat, Infaq dan Sodaqah (ZIS) melalui program pemberdayaan yaitu bantuan ternak bergulir BAZNAS Pamekasan</p> 2020-07-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Investi http://ejournal.alkhairat.ac.id/index.php/investi/article/view/19 “Bisnis Waralaba ( francise ) Studi Pendekatan Hybrid Contract” 2020-08-31T00:51:44+00:00 Matnin fatih.matnin@gamail.com Asy'ari asyari123@gmail.com <p>Salah satu bisnis yang muncul di abadke-21 ini dianggap potensial untuk bersaing di dunia bisnis modern hari ini. Tidak hanya profit yang menjanjikan akan tetapi perkembangannya yang semakin pesat membuat para pengusaha banyak melirik bisnis ini sebagai sebuah ladang baru untuk mengembangkan usahanya.</p> <p>Regulasi waralaba di Indonesia di mulai pada tanggal 18, juni,1997, yaitu dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah (PP) RI No. 16 tahun 1997 tentang waralaba. Peraturan pemerintah ini telah dicabut dan diganti dengan PP No. 42 tahun 2007.</p> 2020-07-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Investi http://ejournal.alkhairat.ac.id/index.php/investi/article/view/17 KONSTRUKSI MOTIVASI KERJA DALAM PENINGKATAN KINERJA PENGURUS DAN PARA AMIL PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAQ DAN SHADAQAH MUHAMMADIYAH (LAZISMU) KABUPATEN PAMEKASAN 2020-09-02T08:06:21+00:00 Khairul Jannah chairuljannah92@gmail.com <p>Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui “Untuk mendeskripsikan Konstruksi Motivasi Kerja dalam Peningkatan Kinerja Pengurus dan Para Amil Di Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Pamekasan”. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan <em>(field research) </em>dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Dewan pengurus dan para amil (Karyawan) pada Lembaga amil zakat, infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Pamekasan yang diambil semua sebagai sasaran penelitian, dan selanjutnya penelitian ini disebut penelitian populasi dan atau penelitian sensus. Hasil penelitian menunjukkan <em>Pertama, </em>Motivasi kerja muncul karena adanya proses refleksi terhadap nilai-nilai agama, yang selama ini menjadi pegangan dalam menjalankan proses pengelolaan kelembagaan, yang pada muaranya meningkatkan kinerja pengurus dan para amil pada Lembaga amil zakat infaq shadaqah (LAZISMU) Kabupaten Pamekasan; <em>Kedua, </em>Motivasi kerja muncul karena sistem dan mekanisme organisatoris di internal Lembaga amil zakat infaq shadaqah (LAZISMU) Kabupaten Pamekasan, yang memaksa pengurus dan para amil untuk selalu menunjukkan Kinerjanya; <em>Ketiga, </em>Motivasi untuk selalu meningkatkan kinerja pada diri pengurus dan para amil di Lembaga amil zakat infaq shadaqah (LAZISMU) Kabupaten Pamekasan terkonstruksi dengan adanya kesadaran mereka akan pentingnya berjuang, dan berdakwah.</p> 2020-07-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Investi http://ejournal.alkhairat.ac.id/index.php/investi/article/view/15 IMPLEMENTASI PROGRAM HSU CERDAS BAZNAS KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA DALAM MENGURANGI ANGKA PUTUS SEKOLAH 2020-09-02T08:14:19+00:00 Arsyad Almakki arsyad.almakki@gmail.com <p>Salah satu problem di dunia pendidikan adalah tingginya angka putus sekolah yang terjadi di Indonesia. Untuk mengatasinya, Islam hadir dengan konsep Zakat, Infak dan Shadakah (ZIS). Pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Hulu Sungai Utara salah satunya dalam bentuk pemberian beasiswa pendidikan program HSU Cerdas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai 1) Program-program BAZNAS Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam mendistribusikan dan mendayagunakan dana Zakat, Infak dan Shadakah, 2) Implementasi program HSU Cerdas BAZNAS Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam mengurangi angka putus sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan meliputi: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Program-pragram dalam pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS terbagi dalam 5 Program Besar, yaitu: HSU Makmur, HSU Cerdas, HSU Sehat, HSU Takwa, dan HSU Peduli. Program ini merupakan program yang sudah disepakati bersama oleh Pimpinan BAZNAS Kab. Hulu Sungai Utara dan disahkan oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, 2) Implemetasi program HSU Cerdas sudah optimal, ini dapat dilihat dari banyaknya daerah sebaran pendistribusian dan bermacam-macam tingkat jenjang pendidikan dari SD/MI hingga perguruan tinggi yang mendapatkan beasiswa pendidikan, bantuan sarana pendidikan keagamaan dan program pendidikan yang lainnya. Jumlah penerima beasiswa pendidikan mengalami peningkatan sebesar 756,9 persen, 58 orang di tahun 2017 menjadi 497 orang di tahun 2018. Hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi BAZNAS yang lain dalam mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS.</p> 2020-07-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Investi http://ejournal.alkhairat.ac.id/index.php/investi/article/view/16 BUDAYA OTO’-OTO’ DALAM MENINGKATKAN EKONOMIMASYARAKAT DESA MANGAR KECAMATAN TLANAKAN KABUPATEN PAMEKASAN 2020-09-02T08:23:22+00:00 Muslihul Umam muslehumam@gmail.com <p>Indonesia yang kaya akan budaya sudah banyak masyarakatnya mengaplikasikan bukan hanya untuk melestarikan saja namun juga untuk di manfaatkan untuk kemaslahatan dan kemajuan terutama dibidang ekonomi, hal tersebut sudah terealisasi di Desa Mangar Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan yang merealisasikan budaya <em>oto’-oto’</em>untuk meningkatkan perekonomian para anggotanya, Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelelitian kualitatif etnografi, dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik <em>probability sampling, </em>hasil dari penelitian ini bahwa Kontribusi <em>oto’-oto’</em> dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Mangar Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan perekonomian. Sehingga kegiatan <em>oto’-oto’ </em> ini dinilai memiliki kontribusi yang cukup besar dalam menambah kesejahteraan masyarakat tersebut. Hal ini karena dana yang diperoleh dari kegiatan <em>oto’-oto’</em> tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, baik yang bersifat konsumtif maupun produktif. Kontribusi <em>oto’-oto’</em>digunakan sebagai modal untuk berdagang, biaya masuk sekolah/memondokkan anaknya, membangun rumah, membeli mobil, dan lain sebagainya.</p> 2020-07-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Investi http://ejournal.alkhairat.ac.id/index.php/investi/article/view/18 RANCANG BANGUN KONSUMSI MUSLIM DI ERA DIGITAL 2020-09-02T14:39:34+00:00 NING PURNAMA SARIATI ning.purn4m4@gmail.com <p>Manusia merupakan makhluk social dan makhluk ekonomi. Seluruh kehidupan manusia tidak bisa dilakukan sendirian. Kegiatan ekonomi manusia salah satunya adalah konsumsi. Konsumsi yang tepat adalah konsumsi yang memiliki pertimbangan tentang pendapatan, kebutuhan dan dampak lainnya. Sebagai seorang muslim, seyogyanya memperhatikan pertimbangan tersebut dengan tetap berpegang teguh pada panduan Islam. Konsumen muslim yang baik memperhatikan konsumsinya berdasarkan petunjuk kehalalan. Baik dari segi pemilihan konsumsi, proses konsumsi maupun tujuan akhir konsumsi. Hal tersebut diperhatikan, karena tantangan umat Islam di era digital ini sangat besar. Perubahan model/ cara konsumsi konvensional sudah basi. Di era digital ini, perilaku konsumsi sedikit demi sedikit memancing individu tanpa sadar menjadi seorang konsumtif.</p> 2020-07-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Investi